UJI VALIDITAS
Validitas dalam penelitian menyatakan derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur. Uji validitas adalah uji yang bertujuan untuk menilai apakah seperangkat alat ukur sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur.
Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Suatu kuesioner dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika kuesioner tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dibuatnya tes tersebut.
Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan angka r hitung dan r tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka item dikatakan valid. Jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka item dikatakan tidak valid.
CONTOH
UJI VALIDITAS
·
Seorang peneliti ingin mengamati variabel mengenai
pembelajaran online. Untuk itu dibuat kuisioner yang disebarkan kepada pelajar
dengan sampel sebanyak 15 orang. Kepuasan pelajar terhadap pembelajaran online
diukur berdasarkan faktor-faktor dan pertanyaan berikut
· Pertanyaan : Apakah semua item (pertanyaan) yang ada dalam kuisioner valid?
Keterangan
:
1
= Sangat Tidak Setuju
2
= Tidak Setuju
3
= Cukup Setuju
4
= Setuju
5
= Sangat Setuju
Setelah
kuesioner disebarkan, diperoleh hasil rekapan jawaban dari 15 sampel sebagai
berikut :
Berikut adalah langkah-langkah Uji Validitas :
Input data hasil kuesioner kedalam SPSS
Hitung nilai total item untuk setiap responden
- Klik Transform lalu Compute Variable

- Isi Kotak Target Variable dengan nama total_item dan pada kotak Numeric Expression jumlahkan setiap item, dengan cara klik dua kali pada item1 lalu klik +, setelah itu klik OK
- Sehingga diperoleh output total pada data view
Hitung nilai korelasi antara setiap item dengan total item
- Klik Analyze, Correlate, Bivariate
- Masukkan semua item dan total item ke dalam kotak Variables dan pada kotak Correlation Coefficients beri ceklis Pearson, lalu klik OK
- Sehingga diperoleh output sebagai berikut :
Perhatikan kolom atau baris total_item. Nilai korelasi yang kita butuhkan ada pada baris/kolom tersebut. Nilai korelasi tersebut adalah nilai r hitung

1. Bandingkan
nilai r hitung dengan nilai r tabel
- Nilai r hitung didapatkan dari nilai korelasi Pearson yang ada pada output SPSS tabel Correlation pada kolom/baris total_item.
- Ketika dibandingkan dengan nilai r tabel, semua nilai r hitung pada setiap item lebih besar dari r tabel. Karena itu dapat dinyatakan bahwa semua item untuk mengukur variabel kepuasan pengunjung adalah valid
Ketika dibandingkan dengan nilai r
tabel, ada beberapa item (item ke 2, 4, 5, 6, dan 7) memiliki nilai r hitung yang jumlahnya lebih besar
daripada nilai r tabel. Dan itu dapat dinyatakan bahwa item tersebut untuk
mengukur respon pelajar terhadap pembelajaran online adalah Valid.
Namun, ada beberapa item (item ke 1
dan ke 3) yang memiliki nilai r tabel
yang jumlahnya lebih besar daripada nilai r hitung, dan itu dapat
dinyatakan Tidak Valid. Hal itu juga
bisa terjadi dikarenakan nilai signifikansi koefisien dalam pertanyaan ke 1 dan
ke 3 itu lebih dari 0,05.
Dapat kita lihat pada tabel dibawah ini :
Kesimpulan :
Jadi kesimpulannya, setiap item yang
memiliki nilai r hitung yang lebih besar
daripada nilai r tabel, maka hal tersebut dapat dinyatakan item tersebut Valid. Namun jika ada item yang
memiliki nilai r hitung yang lebih kecil
daripada nilai r tabel, maka item tersebut dinyatakan Tidak Valid.
Seperti tabel dibawah ini :
Selain itu, dapat juga diuji dengan cara melihat nilai
signifikansi korelasinya. Jika ternyata data tersebut memiliki nilai
signifikansi kurang dari 0,05 maka hal tersebut dinyatakan Valid. Jika suatu data memiliki nilai signifikansi korelasinya
lebih dari 0,05 maka dinyatakan Tidak
Valid.
Seperti tabel dibawah ini :
Dan cara yang paling mudahnya, bisa
kita lihat dari ada atau tidaknya tanda bintang (*). Jika nilai r hitung dari
setiap item tersebut ada tanda bintang
(*) maka dapat dinyatakan Valid.
Dan jika ternyata tidak ada tanda
bintang (*) pada nilai r hitung dari setiap item maka dapat dinyatakan Tidak Valid. Karena dengan adanya tanda
bintang (*) pada nilai r hitung dari setiap item menunjukan adanya korelasi.
Seperti tabel dibawah ini :
Demikian Contoh Uji Validitas Beserta Langkah-Langkah Dalam SPSS yang bisa saya bagikan kepada teman-teman, semoga bisa bermanfaat dan memberikan solusi kepada teman-teman semua :)














0 Komentar